Diposkan pada ff, Kpop

[FF] BIRTH(bad)DAY

Cast Jung hyejin
Choi jonghwan
-Han Hyena

 

 

“yak hyejin! Kamu mau kecaffe hari ini?””

“ayolah traktir kami! Kau sedang ulang tahun bukan?”

”iyaa! Eonni saengil chukae, Semoga eonni mendapatkan jodoh yang lebih baik”

“ah semoga saja ia tidak mendapatkan lelaki  seperti yang kemarin. Yang tega menyakitimu tahun lalu.. bagaimana dia bisa terlihat berbahagia? Ah jinjja itu membuatku gila”“

“tak terasa sudah setahun. Aku sangat bangga padamu hyejin-ya!”

Aku hanya tersenyum  mendengarkan semua ocehan dari sahabat-sahabatku. Hari ini, aku berulang tahun yang ke 25tahun. Sehabis bekerja, kami meluangkan waktu untuk bertemu yang bertepatan  dengan hari ulang tahunku.

Terimakasih loh atas pujiannya. Kalian yang membuatku seperti ini! I love you all.. apa kalian tidak membawa kado?”ucapku seraya memelas hati untuk meminta kado dari sahabat-sahabatku

“kado ku nyusul yaa~  mian””

“kalian mau pesan apa? Akan ku traktir”  ucapku dengan penuh semangat.

“jinjja? Huahhh nona han hye jin sedang berbaik hati ternyata””

“aku berbohong padamu, aku dan juga mereka sudah menyiapkan kado untukmu!”” ucap para sahabatku seraya menyerahkan bungkusan yang besar.

“huaaaaaa~ gomawo! I’m so happy right now””jawabku dengan terharu.

“doa kami tidak muluk muluk, kami ingin kau bahagia. Dengan apanya dirimu han hye jin. Dan lupakan masa lalumu yang kelam itu. Kami akan membantumu sekuat apapun!”

Tiba-tiba aku merasakan mataku panas. Aku sangat terharu mendengar itu. Aku sangat berterimakasih kepadamu tuhan karena diberikan sahabat-sahabat sebaik mereka.

 

Skip..

 

Selesai di café, kami memutuskan untuk pulang. Jarakku dari café kerumah cukup dekat. Jadi aku berjalan kaki untuk menuju kerumah. Banyak aku pikirkan. Dimulai dari pekerjaan, keluarga, dan juga percintaan.

Ku menghela nafas panjang, sambil mendengarkan lagu menggunakan earphoneku..

*Day6 – I Loved you

Nan neoreul wonmanghae
Aku menyalahkanmu
Tto neowaui siganeul miwohae
Aku membenci kenanganku bersamamu
Neoreul ireobeorin nan
Setelah kehilanganmu
Modeun ge muuimihae
Semuanya menjadi tak berarti bagiku

Geuriwohaji ana nan
Aku tak merindukanmu
Nega bogo sipeun ge anya nan
Tak ingin melihatmu, aku
Naege jwiyeojun neoui sarang (you)
Cinta yang kau berikan padaku (kamu)
Gieokaenaego sipji ana oh
Aku tak ingin mengingatnya

 

Setelah sampai dirumah. Aku membersihkan diri dahulu kemudian tidur. Aku tinggal sendiri disini. Jadi dirumah ini aku  ditemani dengan suara televisi. Tiba-tiba aku teringat sesuatu yang membuatku menangis lagi…

Kenangan yang aku ingin membunuhnya dari ingatanku sendiri..

 

-setahun yang lalu-

 

*Hyorin – My love

 

tteonaji ma nal tteonaji ma

Jangan pergi, jangan tinggalkan aku

ajikdo nan nunmure jichyeoga

Aku masih menangis untukmu
gaji ma gaji ma

Jangan pergi, Jangan pergi
deo jagajyeo deo jagajyeo

Semakin aku berpikir tentangmu
neol tteoollilsurok

Semakin kecil ku dapatkan
nunmuri ttukttukttukttuk

Air mataku turun, turun, turun
nunmuri ttukttukttukttuk

Air mataku turun, turun, turun
dorawa dorawa

Kembali, kembalilah padaku

bulleodo ol su eopsneun geol almyeonseo

i call out knowing  that you can’t come back.
Aku memanggilmu yang tidak bisa kembali

 

Sudah 3 hari aku mengurung diri dikamar. Tanpa minum atau makan apapun. Aku tidak tahu kenapa aku sangat malas untuk melakukan apapun. Bahkan aku terpaksa harus libur beberapa hari dari pekerjaanku. Mataku sembab. Seperti wanita lainnya, akupun menangis dan juga mendengarkan lagu yang sesuai dengan keadaan hatiku saat itu. Tanpa sadar, akupun terus menangis dan sedikit menyanyikan lagu itu dengan lirih.

Banyak pesan dari teman-teman kantor, keluarga, maupun sahabatku menanyakan kabarku. Itu membuatku muak. Aku mematikan handphoneku. Dan aku menangis lagi. Tisu-tisu berserakan di kamar, baju-baju yang bergeletakan, kertas-kertas yang berantakan mewarnai kamar kecilku yang seperti terkena badai.

Aku mencoba membuka dompetku dan melihat fotoku dengan Jonghwan. Hanya itu yang tersisa yang lainnya sudah dibakar, dan sebagian lagi sudah kubuang. Yap! semua yang berhubungan dengannya Choi jonghwan.

Dia orang yang dulu aku sangat sayangi dan juga ku cintai. Orang yang tadinya akan menjadi calon suamiku. Tetapi, Tuhan berkata lain. Setelah aku menjalani hubungan selama 3 tahun dengannya. Tidak mudah melupakannya begitu saja dalam waktu cepat. Aku tanpa sadar menangisi foto itu.

 

 

Throwback

13 Juli 2016 Pagi jam 08.00

Ku tersenyum menerima pesan dari pacarku jonghwan. Bisa dibilang dia itu selalu ada ketika ku merasakan sedih maupun senang. Bisa dibilang, dia merupakan segalanya. Dan bagiku prioritasku selain orang tuaku. Aku sering melakukan hal konyol dia juga seperti itu kepadaku. Teman-teman kami menyebut kami best goals couple. Karena kami merupakan teman ketika kami berada di sekolah menengah atas.

Tanpa menunggu lama aku mendapatkan telepon darinya.

“kamu sedang dimana? Masih dikampus? Mau ku jemput?” tanyanya dengan suara lembut khasnya.

“tidak usah, nanti merepotkanmu. Aku ada meeting juga dengan client di kantor” jawabku ketika aku merapihkan berkas dimejaku.

“eyy kamu selalu berbicara seperti itu, jangan terlalu kaku. Akukan pacarmu. Baik kalau udah selesai sms aku/chat aku. Jangan pulang larut malam ya” jawabnya ramah.

“ne arraseo~, gomawo!” ku menjawab sambil tersenyum.”

“mana ciumnya?””

“ohh iya, mwah mwah~ dadahhh””

 

Bisa dibilang dia itu moodboosterku ketika aku penat dalam urusan pekerjaan atau apapun. Apapun yang ia lakukan sangat menggemaskan. Kami selalu mendukung satu sama lain. Kami merasa kita berdua seperti soulmate.

Setiap hari, aku selalu sibuk dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Rasanya lelah dan penat. Aku ingin cuti disaat seperti ini. Aku tidak bisa berpikir jernih mengenai apapun. Tetapi ketika aku melihat tanggal didekat mejaku. Aku langsung tersenyum membayangkan kejutan apa ya yang akan dipersiapkan orang-orang yang kusayang? Karena 2 hari lagi merupakan hari jadiku yang ke 24 tahun dan 2 tahun ulang tahunku ditemani oleh jonghwan. Aku sangat bersyukur telah mendapatkannya.

Menurutku dia merupakan kado yang tuhan berikan olehku. Aku sangat bersyukur memilikinya. Dia perhatian, baik, selalu ada untukku dan juga memahami apa yang aku rasakan. Dia merupakan seorang yang pekerja keras dan juga lelaki baik kepada orang tua dan juga anak-anak. Seperti jackpot bukan?.

~tring~ (message)

/aku sedang ada lobby kantormu. Bisa kita makan malam? Aku merindukanmu./.”

/tunggu sebentar ya, aku akan kebawah nanti pulang bareng ya~”

/baik ku tunggu/

 

“noona! Ada yang mencarimu dibawah, pacarmu” ucap sungjin kawan kantorku.

“ Kau mengagetkanku Sungjin!”ne arraseo,  gomawo sungjin””

Aku langsung kebawah dan membawa tasku. Kemudian aku menghampiri pacarku.

“bagaimana harimu? Apa berjalan dengan baik? Nyonya Choi?” tanyanya sambil mengelus rambutku.

“hmm sepertinya tidak, sangat melelahkan.. tapi aku bisa mengatasinya. Ohh iya bagaimana denganmu?” tanyaku sambil memegang tangannya yang hangat.”

“hariku? Baik. Berkat dirimu~ ”  dia membalas dengan senyum. Ohh senyum yg sangat manis.

“cihh gombal””godaku.

“mau sampai kapan kita disini? Ayo kita makan.”

“oke captain!””

Beberapa bulan belakangan ini, aku melihatnya seperti ada yang aneh. Dia kadang terlihat seperti khawatir. Ketika ku bertanya kepadanya. Dan terus melihat handphonenya ketika bersama denganku. Dia terus mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa.

Dari semua ketakutanku padanya, jujur yang paling aku takutkan ketika mantan terindahnya kembali padanya. Ya, mungkin yang kalian bilang dia sudah menjadi mantan. Kudengar dari teman-temanku, Han Hyena ketika pulang ke korea dia sering mencari Jonghwan dan mengatakan ingin kembali padanya.

Apalagi, jonghwan pernah mengatakan padaku. Kalau Hyena merupakan cinta pertama sekaligus mantan terindahnya. Aku sudah tahu itu sejak awal karena sebelumnya aku kenal dekat dengan jonghwan sebagai teman.

S          elama 3 tahun aku bersama jonghwan. Aku juga tidak pernah bertengkar hebat dengannya. Aku berpikir ini sudah pada jenjang yang lebih serius lagi. Bahkan keluarga baik diriku dan jonghwan sudah bertemu dan sangat merestui kami. Aku pikir, ini permulaan yang baik.

 

 

 

 

 

 

15 Juli 2016

Aku membuka mataku di pagi hari. Bergegas untuk merapihkan tempat tidurku, lalu membersihkan badanku. Aku berharap semoga hari ini berjalan dengan baik, dan sesuatu yang baik akan datang. Karena hari ini adalah ulang tahunku. Aku merasakan moodku bertambah baik hari ini~

Lalu aku menyalakan handphone, tidak menunggu lama ketika notifikasiku muncul semua. Yap, semua mengirimkanku pesan ulang tahun. Tiba-tiba jonghwan menelponku.

“Yeobseyo?”” Jawabku

“Ehem.. Happy birthday you you~ Happy birthday to you~ happy birthday happy birthday.. happy birthday to you! I love you Jung hyejin kesayanganku.. maaf suaraku terlalu bagus sehingga membuat kupingmu sakit hahahaha”

“aigoo, aku shock lho.. selama 2 tahun.. kau tidak pernah memberiku ucapan semenarik itu hehehe. Btw makasih sayang~  Saranghae!”

“kau dimana? Sudah mandi kan? Mau kuantar pergi kerja?””

“ahh aku tinggal memakai makeup. Kamu dimana?””

“aku depan rumahmu, sangat dingin disini.. aku tidak bisa menghubungimu karena handphone kamu mati” ucapnya kesal.

“ahh mian.. maafkan aku jonghwan.. tapi kenapa kau tidak membangunkanku? Mengetuk pintu rumahku?” jawabku

“aku bahkan sudah mengetuk pintumu berkali-kali, aku lupa kamu susah sekali dibangunkan, bahkan alarmmu sangat kencang sampai-sampai bunyinya terdengar sampai luar””

“ahhh then.. i’m sorry hehe, sini masuk..”” ajakku.

 

Skip

 

 

 

 

 

Malam pun berganti..

Aku disuruh untuk mengambil penutup mata oleh jonghwan. Aku tidak tau itu untuk apa. Tapi , aku mencium aroma manis seperti di toko roti.

Ketika aku membuka mata..

Aku sangat kaget melihat semua teman-temanku, terdiri dari teman kantor dan lain-lain mereka semua berkumpul untuk merayakan ulang tahunku..

Aku sangat bersyukur dan berterimakasih..

“ SAENGIL CHUKAE URI HYEJINKU!!”

“HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY TO YOU~”

“ayo tiupkan lilinnya.. aku tidak sabar untuk memakan kuenya yg lezat itu”

“yak! Dasar pabo! Jangan dengarkan dia, hyejin make a wish”

Sambil memejamkan mata. Aku berharap semoga apapun yang aku cita-citakan tercapai. Dan juga semoga aku dikelilingi orang orang yang baik. Aamiin..

Setelah make a wish.. aku langsung meniup lilin..

Aku bahagia saat ini.. hari yang sangat menyenangkan bersama dengan orang yang dekat denganku.. tetapi, orang tuaku tidak ada disini.. mungkin aku akan menelponnya ketika pulang pesta ulang tahunku.

Ditengah keramaian, aku tidak melihat jonghwan disana. Akupun mencarinya di luar dan menelponnya. Tidak ada jawaban.. aku sangat khawatir apakah terjadi sesuatu dengannya? aku tidak boleh overthingking disaat seperti ini.

Akupun, melangkahkan kaki keluar caffee yang jaraknya semakin jauh. Tetapi, aku melihat siluet badan yang aku yakin itu dia. Tetapi, dia terlihat mengelus rambut seorang perempuan dan memeluknya.

Karena penasaran, aku langsung mendekatinya dengan hati-hati.. untuk memastikan apakah itu dia atau bukan.

Alangkah terkejutnya.. ketika aku tau.. bahwa wanita yang dielus kepalanya oleh laki-laki itu Han Hyena. Mungkin ini hanya delusiku semata. Jarakku sangat dekat sehingga aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Maaf aku terlalu lancang melakukan itu. Tetapi, sekali lagi aku hanya memastikan sesuatu.

“aku merindukanmu.. tepat pada hari ini..” ucap perempuan itu.

“ya.. aku juga merindukanmu, hari dimana kita jadian, sudah lama kan?”” ucap lelaki itu.

“aku kembali untuk menemuimu, apakah sudah terlambat?”

“tidak, sama sekali” jawab lelaki itu.

“Bagaimana perasaanmu kepadaku? Apa masih tetap sama seperti 3 tahun yang lalu?”” ucap hyena sambil tersenyum.

“Andai saja 3 tahun bisa kuputar kembali, aku ingin tetap bersamamu. Dan kembali kepadamu”” ucapnya lantang.

 

DEG..

DEG..

DEG..

 

Aku sangat terkejut dengan kenyataan ini. Kenyataan yang aku tidak sanggup untuk melihatnya. Dan, aku mulai menyadari sesuatu..

 

-2,5tahun yang lalu-

“apa ini tanggal ulang tahunmu?”” tanya Jonghwan

“ya, ada apa sayangku?”” tanyaku

“tidak aku teringat sesuatu hahaa”” Jonghwan pun tertawa

“apa hayo?? Jawab!”” kesalku

“aku tidak akan menjawabnya hehe”” timpal jonghwan

“ya! Terserah”

-flashback end-

 

 

*urban zakapa hate you
Sang-cheo-bad-eun nae ma-eum-gwa
Hatiku yang terluka dan
Deo-reob-hyeo-jin geu-ddae chu-eok
Kenanganku yang tercemar oleh waktu
Nal ba-ra-bo-deon ni pyo-jeong
Wajahmu melihatku
Da neo-mu shilh-eo
Aku membenci semuanya
Nan ni-ga shilh-eo
Aku membencimu
Bul-an-haett-deon u-ri mo-seub
Hubungan kami yang gugup
Ji-kyeo nae-ryeo-deon nae mo-seub
Aku, mencoba untuk melindunginya

 

Iya. aku mulai tahu jadi apa yang dia bilang. Hari ulang tahunku merupakan hari dimana Jonghwan dan Hyena jadian. Aku tidak tahu.. apakah ini kebetulan, atau takdir.

Dibalik dinding.. aku tidak bisa menahan rasa sakit yang ada didadaku. Rasanya sangat sangat sesak, sampai rasanya aku tidak bisa bernafas. Tidak sadar aku meneteskan airmata. Tidak tau ada angin apa, aku langsung menghampiri mereka berdua. Mereka sangat terkejut terutama Jonghwan. Dan sekali lagi hyena seperti tersenyum sesaat. Lalu ikut terkejut ketika jonghwan melihatnya.

Aku langsung menghampiri Hyena lalu menamparnya.

“Apa yang kau lakukan, hah!”” kesal hyena sambil memegang pipinya.

“AKU YANG HARUSNYA BERTANYA! KENAPA KAU MELAKUKAN ITU?!”” tanyaku dengan menaikkan volume suaraku.

“apa yang kamu lakukan hyejin! Kenapa kamu begitu tega kepadanya?”” jawab jonghwan.

“ mwo?! Tega? Kenapa kau menolongnya? Jadi? Selama ini kamu masih menyimpan rasa dengannya? ini lelucon! Bisa kita bicara berdua saja HYENA?”

Akupun berjalan sambil menarik tangan hyena, lalu berbicara ditempat yang sepi. Aku ingin tau penjelasan darinya. Sambil menghelakan nafas panjang aku bertanya kepadanya.

“apa hal ini membuatmu menjadi lebih baik?” sambil ku kepalkan tanganku yang gemetar.”

“ya, sangat baik bahkan ketika aku menghancurkanmu. Itu lebih baik lagi haha”” tawa yang membuatku ingin sekali menjambak rambutnya.

“kenapa kau baru muncul sekarang? Setelah 3 tahun lamanya, kenapa? Hah?!” jawabku

“awalnya aku mencoba untuk melupakannya, tapi apa? Aku tidak bisa! Kudengar dia masih suka mencariku, lebih baik ku manfaatkan momen ini. Oh iya akan kugarisbawahi, kamu adalah orang ketiga dari hubungan kami?!” ucapnya menantangku.

“mwo? Apa katamu? Hubungan ketiga? DIA YANG MENDEKATIKU DULUAN! DIA YANG SELALU ADA DISAMPINGKU! DIA CINTA KEPADAKU SELAMA TIGA TAHUN!”” ucapku sambil menangis.

“ya, memang. Hubunganku dengannya sudah putus, tetapi aku masih menganggapnya milikku sampai saat ini”” ucapnya santai.

“Jonghwan banyak menceritakan tentang dirimu, dan itu semakin buat aku berpikir.. aahhh bagaimana kau disukai oleh lelaki bila kau mempunyai sifat seperti itu. Sampai kapanpun tidak ada lelaki yang menginginkamu haha” ucapan hyena membuatku sakit.

 

Rasanya,  aku ingin sekali menampar pipinya sekali lagi.  Beraninya dia bilang seperti itu.  Jonghwan yang menyatakan perasaan kepadaku 3tahun yang lalu.  Dan saat itu,  dia sudah yakin kalau dia sudah melupakan wanita ini. Hatiku sangat panas..

Ketika aku ingin mengangkat tanganku dan ingin menampar Hyena sekali lagi, sekencang yang ku bisa.

 

Tiba-tiba jonghwan menghampiri kami dan memegang tanganku dengan kasar.

“Apa yang kamu lakukan sebenarnya hah!  Ini cuma sapaan karena kita sudah lama tidak bertemu,  kamu terlalu berlebihan! ” ucapnya dengan emosi.

“Apa?  Jadi?  Kau mengelus rambutnya dan memeluknya.  Itu cuma sapaan? Aku mendengar semuanya!  Dibalik dinding itu!  Aku dengar semuanya!” sahutku dengan amarah yang memuncak.

“Jadi kau tidak percaya padaku? ” jawabnya.

“Bukan tidak percaya,  kenapa semua begitu sulit dipahami?  Apa ini takdir,  atau kebetulan” dengan masih menahan tangis.

“Maksudmu apa?? Hah? ” jawabnya frustasi.

“Jadi,  oppa..  Kamu memilih wanita ini,  atau aku? ” jawab hyera dengan rasa percaya diri.

“Hyena,  aku ingin berbicara dengan hyejin dulu” jawabnya singkat.

Lalu hyejin meninggalkan kami berdua,  memberikan kami ruang untuk berbicara sebagai pasangan.

“Berhentilah bersikap berlebihan,  ini sama aja kau tidak percaya padaku kan?”

“Tidak seperti itu,  tidak.. Apa hatimu bimbang karenanya?” tanyaku.

“Kalau boleh jujur,  IYA aku merindukannya.  Apakah itu jelas? ” jawab jonghwan dengan penuh keyakinan.

DEG..

DEG..

Hati ini menjadi sangat-sangat sakit.  Terlebih jika aku mendengarnya dengan mulutnya sendiri. Akupun menangis.

“Jadi,  apa ini lelucon buatmu? Apa selama ini kamu banyak menyembunyikan sesuatu kepadaku?  Kita mau menikah kan?  Satu Bulan lagi? ” jawabku dengan tangisan.

“Siapa yang berbicara seperti itu?  Aku tidak pernah mengatakan hal itu. aku hanya berencana menikah denganmu.  Apakah itu akan menjadi kenyataan? ”

“Aku tidak menyangka kau akan mengatakan hal membuatku sakit seperti ini.  Apa kau terlalu menyimpan banyak duri ketika bersamaku? Jadi selama ini..  Apa yang kau lakukan selama ini..  Sayang..  I mean Bullshit? That’s right? ”

” tidak..  Tidak seperti itu..  Aku lelah.. ”

“Lelah?  Hubungan kita selalu baik baik aja kan? Bahkan selama 3 tahun..  Aku tidak pernah meminta apapun..  Kita tidak pernah bertengkar hebat..  Wae?  Jawab aku jonghwan. Tatap mataku ” ku menatap dia dengan semampuku.

“Kamu tidak sepeka yang ku bayangkan..   ” katanya dengan tatapan lemah.

“Mari kita sudahi ini..  ” simpulnya.

Aku hanya mencerna perkataan yang baru saja aku dengar.  Aku tidak tau dan aku tidak mendengar apa yang dia ucapkan.  Aku tidak ingin mendengarnya. Ini terlalu sakit untukku.  Apalagi ini merupakan ulang tahunku.

“Apa? Kau tidak sedang bercanda kan?” jawabku .

“Tidak,  aku sungguh-sungguh mengatakannya” jawab jonghwan dengan tatapan tajam.  Tatapan yang beda.  Tatapan yang tidak pernah aku lihat selama 3 tahun ini.

“Harusnya aku yang memutuskanmu!  Kenapa kau!  Aku yang tersakiti disini!  Hari ini ulang tahunku,  dan kau merusak segalanya?  Ini tidak mungkin” sambil kututup telingaku.

“Kau yang mengatakan,  kau mencintaiku sepenuh hatimu..  Selama 3 tahun ini aku yang selalu membahagiakanmu. Kenapa kau begitu tega kepadaku,  apa karena dia?  Hah? ” lanjutku.

“INI BUKAN SEMATA MATA KARENA DIA! ” ucap jonghwan dengan teriak yang membuatku kaget

Jujur,  ini pertama kalinya jonghwan berteriak kepadaku.  Aku sangat shock..  Aku tidak tahu harus berbuat apa..  Aku hanya bisa diam dan tanganku bergetar dan kakiku lemas.

 

Akupun memegang tangannya

 

“Tatap mataku sekali lagi jonghwan, Apa karena aku melakukan hal yang besar sehingga kau bilang putus? ini hari sulit kita, kita bisa hadapi ini, kita bisa lalui ini, jangan bilang seperti itu jonghwan, ku mohon” akupun menatapnya kemudian meyakinkannya.

 

“tidak, ini tidak bisa kita hadapi, aku tidak bisa lewati ini” jawabnya tanpa menatapku.

 

Lalu aku memohon dengan bertekuk lutut didepan kakinya.

 

“tolong maafkanlah aku, kita bisa rubah ini, kita bisa ulang lagi, aku akan berusaha berubah semampuku, kita bisa mulai dari awal. Don’t leave me.. “ jawabku parau.

 

“Sorry, I can’t”

 

“i mean, this is the last goodbye between us? Are you sure to do this for me?” jawabku sambil memegang kepalaku yang terasa pusing.

 

“yes, sorry i can’t protect you anymore”.

 

“pasti wanita itu sedang menertawakan kita. Jangan bicara gitu jonghwan. Jangan..”

 

“goodbye Jung Hyejin, thanks for everything” dia bicara lalu langsung memeluk tubuhku.

 

 

“Baiklah..  Jika itu maumu..  Anggap saja 3 tahun tidak ada artinya untukmu.  Dan semua kenangan kita akan terhapus oleh dia.  Aku sangat terkejut kau bisa melakukan itu kepadaku. Kenapa kau tidak terbuka padaku,  sehingga ketika ini terjadi aku sudah siap untuk kehilanganmu? Apa aku ini menjadi beban untukmu? Apa kau malu menjalin hubungan denganku? Sebaik apa dia hingga kamu bisa menendangku dalam hidupmu?”

“Bahkan untuk saat ini aku tidak ingin memberikan ucapan ‘semoga kau bahagia untukmu dan hyena’. Aku akan terus memaki dan membencimu selama aku bisa. Aku ingin kamu merindukanku ketika melihat sesuatu yang berhubungan denganku.  Dan saat itu,  aku sudah melupakanmu, bahkan kau tidak mengucapkan maaf! AKU MEMBENCIMU! SANGAT!” sambil kupejamkan mataku..

“Maafkan aku..  maafkan aku atas hari ini.. Dan semua kesalahanku kepadamu” jawab jonghwan lirih

“Aku ingin mengatakan satu hal lagi, Aku tidak menyesal mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Tidak sama sekali.”

 

Aku berjalan keluar menjauhi mereka,  dan hyeran langsung menghampiri jonghwan

 

*Jung seung hwan – If I’ts You
Wae neoegen geureoke eoryeounji
Mengapa ini sangat sulit untukmu?
Aereul sseuneun nareul jedaero bwajuneun ge
Untuk melihatku mencoba sebagaimana mestinya?

Neo hanae itorok
Aku terkejut melihat
Apeul su isseume nollagon hae
Betapa banyak aku bisa terluka karenamu
Godanhaetdeon haru
Hari-hariku adalah perjuangan
Naneun kkumeul kkwodo apa
Bahkan mimpiku menyakitkan
Neoyeotdamyeon eotteol geot gata
Seandainya itu kau, bagaimana itu akan terjadi?
Ireon michin naldeuri
Jika hari-hari gila ini
Ni haruga doemyeon marya
Menjadi milikmu?
Neodo namankeum honja
Jika kau hancur sebanyak aku
Buseojyeo bondamyeon alge doelkka
Akankah kau tahu?
Gaseumi teojil deut
Semua rasa sakit yang memenuhiku
Nal gadeuk chaeun tungjeunggwa
Pada titik dimana hatiku akan meledak
Eolmana neoreul wonhago inneunji
Berapa banyak aku menginginkanmu?

Naega neoramyeon
Seandainya aku adalah kau
Geunyang nal saranghal tende

Aku hanya akan mencintai aku

 

13 Juli 2016 Malam jam 22.30

 

Dengan mata sembab,  aku berusaha untuk menyeka air mataku.  Aku menghampiri temanku di caffee tempat perayaan ulang tahunku. Dan aku ijin pamit pulang saat itu juga. Aku tidak tahu dimana tasku, yang hanya kubawa dan pegang saat ini adalah handphoneku.

Aku tidak ingin pulang, aku tidak tahu aku akan kemana setelah ini. Kakiku lemas, akupun sangat takut dengan segala yang mengeliliku.

THROWBACK END

 

Aku berpikir, kadang yang terlihat diluar baik belum tentu di dalam baik. Aku berpikir selama ini dia baik baik saja. Begitu juga denganku, bukan hanya kita bertemu namun kita sering melakukan hal yang romantis satu sama lain. Tetapi, aku salah.. aku salah menanggapi itu..

 

Dan menurutku, sesuatu yang indah di awal belum tentu indah di akhir pula..

 

Inilah cerita yang ingin aku hapus dari kenanganku dari otak dan lubuk hatiku.

 

 

 

 

 

 

 

END

Iklan

Penulis:

Rabbiyatul Addawiyah 10 May 97, Institute of STIAMI , Tax Division of PPLA Company Love Accoustic, Food, and Art

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s